MTs N 1 Banggai

Proklamasi Jiwa Merdeka

06 Aug 2026 Oleh Admin

Proklamasi.....

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia...

Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya...

Jakarta, Tujuh Belas Agustus Sebilan Belas Empat Lima
Atas nama Bangsa Indonesia
Sukarno – Hatta.....

Delapan puluh satu tahun telah berlalu...

Namun gema kata itu
Masih mengguncang langit Nusantara.
Masih bergetar di dada para pejuang.
Masih mengetuk hati anak bangsa.

Kemerdekaan...
Bukan sekadar tanggal dalam kalender,
Bukan sekadar upacara dan kibaran bendera,
Tetapi janji suci
Yang harus terus dijaga.

Lalu terdengar suara Sang Proklamator...Bung Karno :

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya."

Maka jangan biarkan sejarah menjadi debu,
Jangan biarkan pengorbanan menjadi lupa,
Sebab bangsa yang melupakan akar,
Tak akan mampu menjulang ke langit.

Kemudian Bung Hatta berpesan...

Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur, itu sulit diperbaiki."

Wahai pemimpin negeri...
Jabatan hanyalah titipan.
Kekuasaan hanyalah amanah.
Kejujuran adalah mahkota
Yang tak boleh ditukar dengan emas dunia.

Ki Hadjar Dewantara pun mengingatkan...

"Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani."

Bangunlah bangsa ini dengan keteladanan.
Didiklah generasi dengan kasih sayang.
Karena ruang kelas hari ini
Adalah wajah Indonesia esok hari.

Mohammad Natsir berbisik...

"Bangsa yang kuat adalah bangsa yang berpegang pada nilai dan akhlaknya."

Maka jangan kehilangan adab
Di tengah kemajuan zaman.
Jangan kehilangan hati
Di tengah gemerlap teknologi.

Gus Dur tersenyum...

"Tidak penting apa agamamu atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu."

Indonesia...
Rumah bagi berjuta perbedaan.
Merah Putih tak pernah memilih warna kulit,
Bahasa, suku, ataupun keyakinan.
Ia berkibar
Untuk seluruh anak negeri.

Dan seolah Jenderal Sudirman kembali berseru...

"Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah."

Pemimpin sejati
Tak bersembunyi di balik kemewahan.
Ia berjalan bersama rakyat,
Menanggung beban yang sama,
Menguatkan harapan yang nyaris padam.

Hari ini...

Mari kita isi kemerdekaan
Dengan karya, bukan celaan.
Dengan persatuan, bukan kebencian.
Dengan kejujuran, bukan pengkhianatan.
Dengan kerja nyata, bukan sekadar kata.

Karena Indonesia yang berdaulat
Tidak lahir dari tepuk tangan,
Melainkan dari keberanian menjaga amanah.

Dan ketika Sang Saka Merah Putih
Berkibar di angkasa...

Marilah kita mengucapkan bersama:

Merdeka bukan hanya untuk dikenang.
Merdeka harus terus diperjuangkan.
Merdeka harus menghadirkan keadilan.
Merdeka harus menyejahterakan rakyat.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-Delapan Puluh Satu

Sekali Merdeka... Tetap Merdeka!

Karya : Rastono Sumardi
Luwuk, 2 Agustus 2026 

Audio
Dengarkan Karya Ini
Narasi oleh Admin
0:00 0:00
A

Ditulis oleh

Admin

MTs Negeri 1 Banggai

Bagikan Karya Ini